Magenta....cerita terakhir kami yang akan terus terpatri, bagai ukiran diatas batu yang akan selalu kami kenang. Bagaikan prasasti ataupun yupa, yang tak lekang walau tersambar api sejarah yang mengekang. Ia tak akan menguning, layaknya fosil-fosil lembaran yang termakan usia.
Jumat, 17 Agustus 2012
Kehilangan.. By. Zarra Ardea Mutiara
Awal kehilangan itu bernama Nawa Marjani. Entahlah apa alasanya, tapi 488 menjadi 487 dan itu merubah filosofi angka kami. Berturut-turut kzmi kehilangan. Olivia Nevanda dan Bunga Mayang mengejutkan, menggetarkan, ditengah keadaan kita yang tertindas dan penuh cobaan.
Pun begitu, kehilangan seakan mengejek kami. Ia seret Ima dan Riri kelingkaranya. Black hole kehilangan, mubgkin bisa kita sebut begitu, yang membawa mereka pergi dan pulang.
Kehilangan menyapa lagi. Kali ini konsulat Lumajang, Ade, Ari, Mitha, Eka, Yanda...sahabat, teman, kawan...raib ditelan kehilangan.
Kehilangan mengajarkan kita untuk kuat. Kehilangan mendidik kita untuk tegar. Kehilangan adalah cambukan bagi kita, yang menyepelekan kebersamaan.
Kehilangan tidak salah, ia adalah pelajaran hidup yang mengetahui kapan harus hadir di tengah kita dan merenggut kebersamaan. Kehilangan memberi peringatan, bahwasanya apa yang kita miliki itu mahal semahal hidup ini.
Dan percayalah kawan...kehilangan masih ada di samping kita, disetiap helaan nafas. Karena ia menunggu waktu yang tepat untuk mengambil kebersamaan ketika kita berada di tengahnya.hanya Allah yang bisa menahan laju kencang kehilangan dan control terhadap diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar